Blogger Widgets

Kamis, 27 November 2014

Hidrokarbon

A. Definisi Hidrokarbon
Hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsur karbon (C) dan hidrogen (H). (model atom karbon dan hidrogen ditampilkan).
Salah satu contoh senyawa hidrokarbon yang sederhana adalah metana, dengan rumus struktur CH4. (model struktur senyawa metana).
Dalam kimia karbon adalah penting bagi kita untuk dapat menuliskan rumus molekul dan rumus struktur. Rumus molekul menyatakan jumlah atom setiap unsur yang ada dalam suatu molekul. Sedangkan rumus struktur menggambarkan bagaimana atom-atom itu terikat satu sama lain. (tampilkan sebagai contoh rumus molekul CH4 dan rumus struktur CH4).

B. Penggolongan Hidrokarbon
Hidrokarbon terbagi menjadi dua kelompok utama yaitu hidrokarbon alifatik dan hidrokarbon aromatik. Yang termasuk hidrokarbon alifatik adalah hidrokarbon yang memiliki rantai lurus, rantai bercabang atau rantai melingkar. Sedangkan untuk hidrokarbon aromatik, rantainya mengandung cincin atom karbon yang sangat stabil. (model hidrokarbon alifatik dan aromatik).

C. Rumus Molekul

1. Hidrokarbon jenuh yang paling sederhana merupakan suatu deret senyawa yang memenuhi rumus umum CnH2n+2 dan dinamakan alkana atau parafin. Suku pertama sampai dengan 10 senyawa alkana dapat diperoleh dengan mensubstitusikan harga n  (n menyatakan jumlah atom karbon yang terdapat pada senyawa hidrokarbon) dan ditampilkan dalam tabel berikut.
Tabel Suku pertama sampai dengan 10 senyawa alkana
Suku ke
n
rumus molekul
nama
1
1
CH4
metana
2
2
C2H6
etana
3
3
C3H8
propana
4
4
C4H10
butana
5
5
C5H12
pentana
6
6
C6H14
heksana
7
7
C7H16
heptana
8
8
C8H18
oktana
9
9
C9H20
nonana
10
10
C10H22
dekana
Pemberian nama alkana dilakukan dengan mengganti awalan alk- dengan suku kata lain berdasarkan pada harga n. Untuk n = 1 sampai n = 4, awalan alk- berturut-turut diganti dengan met-, et-, prop- dan but-. Sedangkan untuk jumlah atom karbon lima sampai dengan sepuluh, digunakan awalan angka latin; pent- untuk 5, heks- untuk 6, hept- untuk 7, okt- untuk 8, non- untuk 9, dan dek- untuk 10.

2. Alkena
Tergolong hidrokarbon tidak jenuh yang mengandung satu ikatan rangkap dua antara dua atom C yang berurutan, Alkena mempunyai 2 atom H lebih sedikit dari alkana. Oleh karena itu rumus umumnya menjadi CnH2n+2-2H = CnH2n.

Tabel Lima suku pertama alkena
Suku ke
n
rumus molekul
nama
1
2
CH2 = CH2
etena
2
3
CH2 = CH - CH3
propena
3
4
CH2 = CH - CH2 - CH3
1-butena
4
5
CH2 = CH - CH2 - CH2 - CH3
1-pentena
5
6
CH2 = CH - CH2 - CH2 -CH2 - CH3
1-heksena
 (tampilkan deret senyawa alkena seperti pada table di atas)

3. Alkuna
Alkuna merupakan deret senyawa hidrokarbon tidak jenuh yang dalam tiap molekulnya mengandung satu ikatan rangkap 3 diantara dua atom C yang berurutan. Untuk membentuk ikatan rangkap 3 atau 3 ikatan kovalen diperlukan 6 elektron, sehingga tinggal satu elektron pada tiap-tiap atom C tersisa untuk mengikat atom H. Jumlah atom H yang dapat diikat berkurang dua, sehingga rumus umumnya menjadi CnH2n+2 - 4H = CnH2n-2.

D. Tata Nama

Tata cara pemberian nama senyawa hidrokarbon berdasarkan standar yang diterbitkan IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) dijelaskan sebagai berikut.
  1. Rantai karbon berurutan yang terpanjang dalam suatu molekul ditentukan sebagai rantai induk (rantai terpanjang tidak selalu berbentuk lurus, kadang bercabang). Carilah namanya pada tabel suku pertama sampai dengan 10 senyawa alkana dan letakkan di bagian belakang.
  2. Hidrokarbon bercabang diberi nama sebagai turunan rantai lurus di mana satu atau beberapa atom hidrogen diganti dengan pecahan alkana. Pecahan alkana ini disebut gugus alkil, biasa diberi tanda -R (dari kata radikal), dan mempunyai rumus umum CnH2n+1.
Dengan mengganti n dengan angka-angka diperoleh suku-sukunya seperti terlihat pada tabel berikut. Letakkan nama gugus cabang ini di depan nama rantai induk.

Tabel Beberapa gugus alkil
n
-CnH2n+1
Rumus struktur terinci
Rumus struktur sederhana
Nama
1
-CH3
   H
   |
- C - H
   |
  H
-CH3
metil
2
-C2H5
   H H
    |  |
- C - C - H
   |    |
   H   H
-CH2-CH3
etil
3
-C3H7
   H  H  H
   |   |    |
- C - C - C- H
   |    |    |
   H   H   H
-CH2-CH2-CH3
propil
4
-C4H9
   H   H   H   H
   |    |    |    |
- C - C - C - C - H
   |    |    |    |
   H   H   H   H
-CH2-CH2-CH2-CH3
butil

  1. Untuk menentukan cabang pada rantai induk, rantai induk itu diberi nomor dari kiri atau dari kanan sehingga cabang pertama mempunyai nomor terkecil.
contoh :
       H    H      H    H     H  
        |      |        |      |      |
H - C5 - C4 - C3 - C2 - C1 - H
     
       |       |      |       |        |    
      H    H     H    H-C-  H  H                     
                                 |     
                                H


a. Menurut aturan nomor satu, rantai C terpanjang 5, jadi menurut tabel ini, namanya         pentana dan kita letakkan di bagian belakang.
b. Cabangnya adalah metil

          c.  Letak cabang itu pada atom C nomor dua dari kanan (karena kalau dari kiri menjadi                  nomor 4).

     4. Kadang-kadang terdapat lebih dari satu cabang. Jika cabang-cabang itu sama, namanya            tidak perlu disebut dua kali. Cukup diberi awalan di- , kalau 3 cabang sama awalannya tri,          tetra untuk 4 cabang yang sama dan seterusnya. Ingat setiap cabang diberi satu nomor,            tidak peduli cabangnya sama atau beda.
contoh :
       H    H             H        H
        |       |               |         |
H- 1C  - 2C   -  3C -  4C - H     2,3-dimetilbutana
        |        |               |        |
       H   H-C-H   H-C-H   H
                   |             |
                   H          H
a. Rantai terpanjangnya 4, jadi dinamakan butana
b. Cabangnya adalah metil dan ada dua
c. Letak cabangnya pada atom C nomor 2 dan nomor 3.
Jika cabang-cabang itu berbeda, maka urutan menyebutnya adalah menurut urutan abjad huruf pertamanya, cabang etil disebut dulu dari cabang metil.(tampilkan contoh senyawa hidrokarbon beserta penamaannya seperti pada gambar di atas).

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar